Total Pengunjung

Pages

       
   
Showing posts with label Rangkaian Elektronika. Show all posts
Showing posts with label Rangkaian Elektronika. Show all posts

Pengertian Dari Adaptor, Power Supply, Catu Daya, Sumber Daya


Pengertian Adaptor / Catu Daya | Power supply / Sumber daya listrik bisa kita peroleh dari berbagai sumber misalnya baterai, solar sel, generator AC/DC, dan jala-jala listrik PLN.

Adaptor/catu daya/ merupakan sumber tegangan DC. Sumber tegangan DC ini dibutuhkan oleh berbagai macam rangkaian elektronika untuk dapat dioperasikan. Rangkaian inti dari catu daya /Power Supply ini adalah suatu rangkaian penyearah yaitu rangkaian yang mengubah sinyal bolak-balik (AC) menjadi sinyal searah (DC).
Pengertian Adaptor / Catu Daya`
Macam-macam Adaptor / Catu Daya / Powersupply
Proses pengubahan dimulai dari penyearahan oleh diode, penghalusan tegangan kerut (Ripple Voltage Filter) dengan menggunakan condensator dan pengaturan (regulasi) oleh rangkaian regulator. Pengaturan meliputi pengubahan tingkat tegangan atau arus. Pada teknik regulasi pada pembuatan catu daya, kita mengenal teknik regulasi daya linier dan teknik regulasi switching.
Pengertian Adaptor / Catu Daya`
Kontruksi dasar adaptor dengan transformator step down
Sistem rangkaian penyearah ada 4 fungsi dasar yaitu :
  1. Tranformator (travo), tegangan yang diperlukan untuk menurunkan tegangan yang diinginkan. 
  2. Rangkaian penyearah, rangkaian ini untuk mengubah tingkat tegangan arus bolak balik ke arus searah. 
  3. Filter (Condesator), merupakan rangkaian untuk memproses fluktuasi penyearahan yang menghasilkan keluaran tegangan DC yang lebih rata. 
  4. Regulasi, adalah parameter yang sangat penting pada catu daya dan regulator tegangan dengan bahan bervariasi. 
Pada teknologi modern saat ini catu daya/adaptor/power supply rata-rata sudah tidak lagi menggunakan transformator step down, dimana tegangan AC diturunkan terlebih dahulu melalui sebuah transformator step down lalu keluaran trafo disearahkan dengan dioda dan diratakan dengan kapasitor elektrolit (elco).
Pengertian Adaptor / Catu Daya`
Rangkaian dasar catu daya sistem switching
Catu daya/adaptor/power supply sekarang umumnya menggunakan sistem switching, sinyal AC dari tegangan jala-jala listrik 220V disearahkan lebih dahulu menjadi tegangan DC melalui sebuah rangkaian dioda penyearah dan elco. Tegangan DC hasil penyearahan ini kemudian disaklar on-off secara terus menerus dengan frekuensi tertentu sehingga memungkinkan nilai induktor dari trafo menjadi kecil. Hal ini khususnya untuk memperkecil ukuran power supply.

Menghitung Besar Resistor Untuk Rangkaian LED (Light Emitting Diode)



Rangkaian lampu LED sering kita perlukan dalam membuat indikator suatu perangkat ataupun sebagai alat penerangan darurat. Rangkaian lampu LED pada gambar dibawah dapat digunakan sebagai acuan atau referensi dalam membuat lampu menggunakan LED (Light Emitting Diode).
Pada dasarnya rangkaian lampu LED sangat sederhana, yaitu terdiri dari sumber tegangan (batere atau atau sumber tegangan lain), resistor (sebagai penahan arus) dan LED (sebagai beban yang akan dihidupkan). Sebelum membuat rangkaian lampu LED perlu diketahui konstruksi fisik atau bentuk komponen LED tersebut agar tidak salah menentukan kaki LED. Berikut gambar fisik dan simbol LED.
Bentuk Dan Simbol LED (Light Emitting Diode)
 
Dari gambar dan simbol LED diatas kita dapat membedakan kiki LED yaitu kaki anoda dan kaki katoda. Kaki anoda pada rangkaian LED harus dihubungkan ke sumber positif dan kaki katoda dihubungkan ke sumber tegangan negatif. Rangkaian lampu LED seperti dijelaskan diatas terdiri dari sumber tagangan, resistor dan LED.
Rangkaian dasar lampu LED agar LED dapat menyala dan tidak rusak dapat dilihat pada rangkaian dasar lampu LED berikut.
Rangkaian Dasar Lampu LED

Dari rangkaian dasr lampu LED diatas dipasng sebuah resistor yang berfungsi untuk menahan arus yang mengalir ke LED. resistor ini dipasang karena LED hanya boleh dialiri arus maksimum 20 mA saja, apabila lebih dari 20 mA tersebut maka LED akan putus atau mati. untuk menetukan nilai resistor tersebut dapat dihitung dengan rumus berikut.
R = (Vs – 2 volt) / 0,02 A
Dimana :
R = Resistor (Ohm)
Vs = Tegangan sumber untuk menyalakan LED (volt)
0,02 Ampere = arus maksimum LED

LED pada rangkaian lampu LED diatas dapat diparalel ataupun seri, apabila menggunakan LED lebih dari satu maka nilai resistor dan banyaknya resistor yang dipasang mengikuti bentuk rangkaian yang digiunakan, yang penting arus maksimum yang mengalir pada LED adalah 20 mA.Semakin besar tegangan sumber maka semakin besar pula nilai resistansi resistor yang digunakan.


Menghitung Besar Resistor Untuk Rangkaian LED (Light Emitting Diode)



Rangkaian lampu LED sering kita perlukan dalam membuat indikator suatu perangkat ataupun sebagai alat penerangan darurat. Rangkaian lampu LED pada gambar dibawah dapat digunakan sebagai acuan atau referensi dalam membuat lampu menggunakan LED (Light Emitting Diode).
Pada dasarnya rangkaian lampu LED sangat sederhana, yaitu terdiri dari sumber tegangan (batere atau atau sumber tegangan lain), resistor (sebagai penahan arus) dan LED (sebagai beban yang akan dihidupkan). Sebelum membuat rangkaian lampu LED perlu diketahui konstruksi fisik atau bentuk komponen LED tersebut agar tidak salah menentukan kaki LED. Berikut gambar fisik dan simbol LED.
Bentuk Dan Simbol LED (Light Emitting Diode)
 
Dari gambar dan simbol LED diatas kita dapat membedakan kiki LED yaitu kaki anoda dan kaki katoda. Kaki anoda pada rangkaian LED harus dihubungkan ke sumber positif dan kaki katoda dihubungkan ke sumber tegangan negatif. Rangkaian lampu LED seperti dijelaskan diatas terdiri dari sumber tagangan, resistor dan LED.
Rangkaian dasar lampu LED agar LED dapat menyala dan tidak rusak dapat dilihat pada rangkaian dasar lampu LED berikut.
Rangkaian Dasar Lampu LED

Dari rangkaian dasr lampu LED diatas dipasng sebuah resistor yang berfungsi untuk menahan arus yang mengalir ke LED. resistor ini dipasang karena LED hanya boleh dialiri arus maksimum 20 mA saja, apabila lebih dari 20 mA tersebut maka LED akan putus atau mati. untuk menetukan nilai resistor tersebut dapat dihitung dengan rumus berikut.
R = (Vs – 2 volt) / 0,02 A
Dimana :
R = Resistor (Ohm)
Vs = Tegangan sumber untuk menyalakan LED (volt)
0,02 Ampere = arus maksimum LED

LED pada rangkaian lampu LED diatas dapat diparalel ataupun seri, apabila menggunakan LED lebih dari satu maka nilai resistor dan banyaknya resistor yang dipasang mengikuti bentuk rangkaian yang digiunakan, yang penting arus maksimum yang mengalir pada LED adalah 20 mA. Semakin besar tegangan sumber maka semakin besar pula nilai resistansi resistor yang digunakan.


Rangkaian Lampu Motor Menggunakan LED



Rangkaian lampu LED 12 volt ini ditujukan untuk penggunaan pada kendaraan bermotor. Maksud dari rangkaian lampu LED 12 volt ini adalah untuk membuat lampu variasi pada kendaraan bermotor yang dapat menyala dengan terang dan tahan lama. LED (Light Emithing Diode) adalah dioda yang dapat memancarkan cahaya pada saat mendapat bias maju. Tegangan kerja LED adalah 3 volt DC dan arus maksimal yang dapat mengalir pada LED hanya 20 mA, oleh karena itu untuk aplikasi sebagai lampu variasi pada kendaraan bermotor perlu dirangkai secar khusus agar LED dapat menyala dengan terang dan tahan lama. Berikut adalah cara memasang lampu LED pada kendaraang bermotor atau mobil.
Rangkaian Lampu LED 12V (9 LED) Untuk Motor

Rangkaian kombinas lampu LED untuk motor diatas adalah salah satu contoh merakit LED yang digunakan pada lampu variasi kendaraan bermotor. 3 buah LED tersebut dirangkai secara SERI kemudian dipasang resistor pembatas arus 80 Ohm. Dengan konfigurasi seperti diatas LED akan menyala dengan terang dan tahan lama karena arus yang mengalir pada LED tidak lebih dari 40 mA dan terbagi ke jaringan lampu LED seri yang lain.
Untuk penambahan jumlah LED dapat dilakukan dengan membuat jaringan seperti pada contoh rangkaian lampu LED 12V untuk motor diatas menjadi beberapa unit kemudian merangkaian unit-unit rangkaian lampu LED tersebut secara parallel. Misal ingin merangkai lampu LED 12V dengan 21 buah LED maka dapat dirangkai sebagai berikut.
Rangkaian Lampu LED 12V (21 LED) Untuk Motor

Dengan konfigurasi 21 LED yang dirangkai seperti pada gambar diatas maka lampu LED pada lampu variasi motor akan lebih terang dan tahan lama. Arus yang mengalir pada tiap LED pada lampu LED 12V untuk motor diatas tidak melebihi 40 mA baik dirangkai dalam 9 buah LED maupun 21 LED. Untuk hasil yang maksimal dari pembuatan lampu variasi kendaraan bermotor dengan LED sebaiknya diggunakan LED jenis “super bright” karena LED jenis ini dapat mnyala jauh lebih terang dan kemampuan mengalirkan arus yang lebih besar dari LED standart.


Rangkaian Lampu Motor Menggunakan LED



Rangkaian lampu LED 12 volt ini ditujukan untuk penggunaan pada kendaraan bermotor. Maksud dari rangkaian lampu LED 12 volt ini adalah untuk membuat lampu variasi pada kendaraan bermotor yang dapat menyala dengan terang dan tahan lama. LED (Light Emithing Diode) adalah dioda yang dapat memancarkan cahaya pada saat mendapat bias maju. Tegangan kerja LED adalah 3 volt DC dan arus maksimal yang dapat mengalir pada LED hanya 20 mA, oleh karena itu untuk aplikasi sebagai lampu variasi pada kendaraan bermotor perlu dirangkai secar khusus agar LED dapat menyala dengan terang dan tahan lama. Berikut adalah cara memasang lampu LED pada kendaraang bermotor atau mobil.
Rangkaian Lampu LED 12V (9 LED) Untuk Motor

Rangkaian kombinas lampu LED untuk motor diatas adalah salah satu contoh merakit LED yang digunakan pada lampu variasi kendaraan bermotor. 3 buah LED tersebut dirangkai secara SERI kemudian dipasang resistor pembatas arus 80 Ohm. Dengan konfigurasi seperti diatas LED akan menyala dengan terang dan tahan lama karena arus yang mengalir pada LED tidak lebih dari 40 mA dan terbagi ke jaringan lampu LED seri yang lain.
Untuk penambahan jumlah LED dapat dilakukan dengan membuat jaringan seperti pada contoh rangkaian lampu LED 12V untuk motor diatas menjadi beberapa unit kemudian merangkaian unit-unit rangkaian lampu LED tersebut secara parallel. Misal ingin merangkai lampu LED 12V dengan 21 buah LED maka dapat dirangkai sebagai berikut.
Rangkaian Lampu LED 12V (21 LED) Untuk Motor

Dengan konfigurasi 21 LED yang dirangkai seperti pada gambar diatas maka lampu LED pada lampu variasi motor akan lebih terang dan tahan lama. Arus yang mengalir pada tiap LED pada lampu LED 12V untuk motor diatas tidak melebihi 40 mA baik dirangkai dalam 9 buah LED maupun 21 LED. Untuk hasil yang maksimal dari pembuatan lampu variasi kendaraan bermotor dengan LED sebaiknya diggunakan LED jenis “super bright” karena LED jenis ini dapat mnyala jauh lebih terang dan kemampuan mengalirkan arus yang lebih besar dari LED standart.


Rangkaian Lampu Emergency (Otomatis)

Rangkaian lampu emergency otomatis ini menggunakan lampu neon 20 watt dengan sumber tegangan (backup) batere kering 6 volt 2 unit. Rangkaian lampu emergency ini berfungsi untuk memberikan penerangan darurat pada saat penerangan utama (lampu dengan sumber listrik PLN) padam.
Rangkaian lampu emergency ini akan otomatis menyala pada saat jaringan listrik komersial (PLN) padam. Rangkaian lampu emergency otomatis ini dapat dipasang di dalam rumah pada runag yang cukup luas, karen alampu yang digunakan adalah lampu neon 20 watt. Rangkaian lampu emergency otomatis ini dibuat menggunakan inverter DC 6 volt ke AC 220 volt. Rangkaian lengkap lampu emergency otomatis dapat dilihat pada gambar berikut.


Daftar Komponen Rangkaian Lampu Emergency Otomatis
R1, R4, R6, R8 = 1K ;
R2 = 10R-1W ;
R3 = 820R ;
R5 = 10K ;
R7 = 100R ;
C1 = 1000uF-25V ;
C2 = 10uF-16V ;
C3 = 0.01uF
D1, D2, D3, D4, D7 = 1N4007 ;
D5,D8 = 1N4148 ;
D6 = 6.2V Zener ;
Q1 = SL100 ;
Q2 = 2N2222 ;
Q3, Q4 = IRF840
IC1 = LM308 ;
IC2 = NE555
S1 = SPST Switch
B1, B2 = 6V-4A Battery
T1 = 220V AC Primary to 0V-6V 250mA
T2 = 4.5V-0V-4.5V 5A Primary To 230V AC

Rangkaian lampu emergency otomatis diatas dibangun dengan beberapa bagian utama sebagai berikut. Bagian inverter DC 6 volt ke AC 220 volt, bagian ini berfungsi untuk mengubah sumber tegangan DC dari batere 6 volt menjadi tegangan AC 220 volt sehingga dapat digunakan untuk menyalakan lampu neon 20 watt sebagai lampu penerangan darurat.
Rangkaian inverter DC 6 volt ke AC 220 volt ini dibangun dengan pembangkit gelombang IC 555 dan MOSFET IRF 840 sebagai power inverternya. Rangkaian charger batere otomatis, bagian ini berfungsi untuk mengisi batere (accumulator kering 6 volt 2 unit) pada saat jaringan listrik komersial (PLN) ada (nyala).
Dan berfungsi untuk mengalirkan sumber tegangan DC (batere 6 volt) ke rangkaian inverter DC ke AC pada saat jaringan listrik PLN padam. Rangkaian charger batere otomatis ini dapat mengisi bater hingga penuh dan akan menghentikan proses pengisian batere secara otomatis.

Rangkaian Lampu Emergency (Otomatis)

Rangkaian lampu emergency otomatis ini menggunakan lampu neon 20 watt dengan sumber tegangan (backup) batere kering 6 volt 2 unit. Rangkaian lampu emergency ini berfungsi untuk memberikan penerangan darurat pada saat penerangan utama (lampu dengan sumber listrik PLN) padam.
Rangkaian lampu emergency ini akan otomatis menyala pada saat jaringan listrik komersial (PLN) padam. Rangkaian lampu emergency otomatis ini dapat dipasang di dalam rumah pada runag yang cukup luas, karen alampu yang digunakan adalah lampu neon 20 watt. Rangkaian lampu emergency otomatis ini dibuat menggunakan inverter DC 6 volt ke AC 220 volt. Rangkaian lengkap lampu emergency otomatis dapat dilihat pada gambar berikut.


Daftar Komponen Rangkaian Lampu Emergency Otomatis
R1, R4, R6, R8 = 1K ;
R2 = 10R-1W ;
R3 = 820R ;
R5 = 10K ;
R7 = 100R ;
C1 = 1000uF-25V ;
C2 = 10uF-16V ;
C3 = 0.01uF
D1, D2, D3, D4, D7 = 1N4007 ;
D5,D8 = 1N4148 ;
D6 = 6.2V Zener ;
Q1 = SL100 ;
Q2 = 2N2222 ;
Q3, Q4 = IRF840
IC1 = LM308 ;
IC2 = NE555
S1 = SPST Switch
B1, B2 = 6V-4A Battery
T1 = 220V AC Primary to 0V-6V 250mA
T2 = 4.5V-0V-4.5V 5A Primary To 230V AC

Rangkaian lampu emergency otomatis diatas dibangun dengan beberapa bagian utama sebagai berikut. Bagian inverter DC 6 volt ke AC 220 volt, bagian ini berfungsi untuk mengubah sumber tegangan DC dari batere 6 volt menjadi tegangan AC 220 volt sehingga dapat digunakan untuk menyalakan lampu neon 20 watt sebagai lampu penerangan darurat.
Rangkaian inverter DC 6 volt ke AC 220 volt ini dibangun dengan pembangkit gelombang IC 555 dan MOSFET IRF 840 sebagai power inverternya. Rangkaian charger batere otomatis, bagian ini berfungsi untuk mengisi batere (accumulator kering 6 volt 2 unit) pada saat jaringan listrik komersial (PLN) ada (nyala).
Dan berfungsi untuk mengalirkan sumber tegangan DC (batere 6 volt) ke rangkaian inverter DC ke AC pada saat jaringan listrik PLN padam. Rangkaian charger batere otomatis ini dapat mengisi bater hingga penuh dan akan menghentikan proses pengisian batere secara otomatis.

Kerugian dalam transformator (Rugi-rugi Trafo)

Tahukah Abda, Dalam praktek yang terjadi ada beberapa kerugian pada Transformator yaitu:
  • Kerugian tembaga. 
Kerugian I^2\,R dalam lilitan tembaga yang disebabkan oleh resistansi tembaga dan arus listrik yang mengalirinya.



  • Kerugian kopling.  
Kerugian yang terjadi karena kopling primer-sekunder tidak sempurna, sehingga tidak semua fluks magnet yang diinduksikan primer memotong lilitan sekunder. Kerugian ini dapat dikurangi dengan menggulung lilitan secara berlapis-lapis antara primer dan sekunder.

  • Kerugian kapasitas liar. 
Kerugian yang disebabkan oleh kapasitas liar yang terdapat pada lilitan-lilitan transformator. Kerugian ini sangat memengaruhi efisiensi transformator untuk frekuensi tinggi. Kerugian ini dapat dikurangi dengan menggulung lilitan primer dan sekunder secara semi-acak (bank winding)

  • Kerugian histeresis. 
Kerugian yang terjadi ketika arus primer AC berbalik arah. Disebabkan karena inti transformator tidak dapat mengubah arah fluks magnetnya dengan seketika. Kerugian ini dapat dikurangi dengan menggunakan material inti reluktansi rendah.

  • Kerugian efek kulit. 
Sebagaimana konduktor lain yang dialiri arus bolak-balik, arus cenderung untuk mengalir pada permukaan konduktor. Hal ini memperbesar kerugian kapasitas dan juga menambah resistansi relatif lilitan. Kerugian ini dapat dikurang dengan menggunakan kawat Litz, yaitu kawat yang terdiri dari beberapa kawat kecil yang saling terisolasi. Untuk frekuensi radio digunakan kawat geronggong atau lembaran tipis tembaga sebagai ganti kawat biasa.

  • Kerugian arus eddy (arus olak). 
Kerugian yang disebabkan oleh GGL masukan yang menimbulkan arus dalam inti magnet yang melawan perubahan fluks magnet yang membangkitkan GGL. Karena adanya fluks magnet yang berubah-ubah, terjadi olakan fluks magnet pada material inti. Kerugian ini berkurang kalau digunakan inti berlapis-lapisan.

Kerugian dalam transformator (Rugi-rugi Trafo)

Tahukah Abda, Dalam praktek yang terjadi ada beberapa kerugian pada Transformator yaitu:
  • Kerugian tembaga. 
Kerugian I^2\,R dalam lilitan tembaga yang disebabkan oleh resistansi tembaga dan arus listrik yang mengalirinya.

Penerapan IC 4017 dan IC 555 dalam Rangkaian Led Berjalan

user posted image

Skema rangkaian di atas merupakan led berjalan, dimana led tersebut menggunakan penggabungan dari IC 555 dan IC 4017. Untuk lebih lanjut lihat baca terus yaaa....

Notasi Formula Besaran Satuan Dalam Elektronik

            Inilah notasi formula atau satuan besaran untuk hitungan elektronik. 

C
E
e
G
I
i
k
L
M
N
P
capacitance
voltage source
instantaneous E
conductance
current
instantaneous I
coefficient
inductance
mutual inductance
number of turns
power
[farads, F]
[volts, V]
[volts, V]
[siemens, S]
[amps, A]
[amps, A]
[number]
[henrys, H]
[henrys, H]
[number]
[watts, W]

Q
q
R
T
t
V
v
W
F
Y
y
charge
instantaneous Q
resistance
time constant
instantaneous time
voltage drop
instantaneous V
energy
magnetic flux
magnetic linkage
instantaneous Y
[coulombs, C]
[coulombs, C]
[ohms, W]
[seconds, s]
[seconds, s]
[volts, V]
[volts, V]
[joules, J]
[webers, Wb]
[webers, Wb]
[webers, Wb]

LED Knight Rider Circuit Diagram


Rangkaian Lampu Automatic

Melindungi Transistor Dengan Dioda

Mungkin sering terjadi transistor meleleh, atau meledak?
itu disebabkan karena kelebihan beban yang diterima oleh transistor
beginilah rangkaiannya :





Gambar 1 Ketika transistor dalam keadaan aktif arus mengalir melewati kumparan. Arus dapat sedikit berubah-ubah dan apabila demikian, medan magnet yang ditimbulkannya juga akan sedikit berubah-ubah. Tetapi tidak terdapat perubahan-perubahan yang dramatis.

Gambar 2 Ketika transistor terputus dari pasokan listrik (tidak aktif), arus pada kumparan akan jatuh secara seketika dan medan magnet meluruh dengan sangat cepat. Pengaruh induksi ditentukan oleh kecepatan perubahan medan magnet. Semakin cepat laju perubahan tersebut, semakin besar pengaruh yang timbul.

Terputusnya arus ke transistor adalah perubahan yang sangat cepat. Sebuah gaya listrik yang sangat besar diinduksikan pada kumparan, untuk mempertahankan agar medan magnet tidak menghilang. Gaya gerak listrik ini dapat mencapai beberapa ratus Volt, bahkan walaupun tegangan awal pada beban hanyalah sebesar misalnya 10 V. Arus sebesar beberapa ampere akan membanjiri transistor dan menghanguskannya.

Gambar 3 Solusi untuk permasalahan ini adalah menyambungkan sebuah dioda, sebagaimana diperlihatkan dalam gambar, untuk mengalirkan dan membuang arus berlebih ini secara aman.

Rangkaian Pengusir Serangga

Rangkaian berikut ini merupakan sebuah rangkaian elektronika sederhana yang dapat dijadikan sebagai latihan merangkai rangkaian elektronika ataupun sekedar menyalurkan hobi di bidang elektronika. Rangkaian ini hanya membutuhkan sedikit komponen elektronika, komponen-komponennya mudah didapatkan di toko-toko elektronika, selain itu harganya juga relatif murah.


Rangkaian ini akan mengeluarkan frekuensi 22 KHz yang membuat serangga-serangga merasa terganggu, sehingga rangkaian ini bisa digunakan untuk mengusir serangga, baik di rumah maupun di sekeliling rumah Anda. Rangkain ini menggunakan CMOS 4047 sebagai komponen inti. Untuk hasil yang lebih baik, sebaiknya gunakan eksternal power supply. 

Berikut gambar rangkaian elektronika pengusir serangga:


Berikut ini daftar komponen elektronika yang dibutuhkan untuk membuat rangkaian pengusir serangga:
  • C1 ................................... 22 uF
  • C2 ................................... 4n7
  • IC ................................... 4047
  • Tr1 ................................... BC 337
  • Tr2 ................................... BC 337
  • Tr3 ................................... BC 327
  • Tr4 ................................... BC 327
  • Pot ................................... 4K7

Rangkaian Suara Burung

Rangkaian elektronika berikut ini merupakan sebuah rangkaian elektronika sederhana yang dapat mengeluarkan suara seperti kicauan burung. Rangkaian ini hanya membutuhkan beberapa komponen elektronika yang harganya relatif murah dan mudah didapatkan di toko-toko elektronika.

Berikut ini gambar rangkaian suara burung:




Berikut ini daftar komponen elektronika yang dibutuhkan untuk membuat rangkaian suara burung:
R 1 .............................. 5K6 Ω
R 2 .............................. 100K Ω
R 3 .............................. 5K6 Ω
VR .............................. 10K
C 1 .............................. 20 nF
C 2 .............................. 10 nF
C 3 .............................. 47 nF
C 4 .............................. 100 μF / 10 V
C 5 .............................. 10 μF / 10 V
Tr 1 ............................ FCS 9012
Tr 2 ............................ FCS 9014
T ................................ Output Trafo
Sp .............................. Speaker 8 Ω

Setelah selesai merakit, cek sekali lagi pemasangan kaki-kaki komponen. Jika sudah benar, hubungkan dengan catu daya sebesar 6 volt DC. Gunakan saklar untuk menghidupkan dan mematikan rangkaian ini.
RANGKAIAN LAMPU FLIP-FLOP



Here is a list of components necessary to project a series of flip-flop.

R1, R4 .... 470 Ohm
R2, R3 .... 22k
C1, C2 .... 4.7 V uF/16
D1, D2 .... LED
Tr1, Tr2 .... FCS 9014

Ration voltage that is needed is 9 VDC. If using a 3 Volt power portion (2 pieces battery 1.5 Volt), R1 and R2 can be omitted and the LED cathode feet each connect directly to the collectors of transistors foot related. Foot foot transistors FCS-9014 can be seen in the image below

Rangkaian Pengusir Tikus

Rangkaian Elektronika Pengusir Tikus merupakan sebuah rangkaian elektronika sederhana yang dapat mengeluarkan gelombang ultrasonic dengan frekuensi 50 KHz. Rangkaian ini akan mengganggu tikus-tikus dengan frekuensi 50 KHz yang ditimbulkannya sehingga tikus-tikus akan berlarian dan menjauhi tempat yang telah dipasangi rangkaian ini. Komponen Inti dari rangkaian ini adalah IC NE555 yang berfungsi sebagai timer dan dikombinasikan dengan dua resistor dan kapasitor yang akan menghasilkan frekuensi 50 KHz. Komponen pendukung yang dibutuhan tidak terlalu banyak, cukup murah, dan mudah didapatkan di toko-toko elektronik. Dalam beberapa hari setelah pemasangan alat ini (secara terus menerus), dapat dilihat hasilnya. Tikus-tikus akan pergi "bertamasya" ke tempat lain.


Secara sederhana rangkaian pengusir tikus adalah sebuah oscilator yang mengeluarkan gelombang ultrasonic pada kisaran frekuensi 20 - 40 KHz. Gelombang ultrasonic yang dihasilkannya tidak akan terdengar di telinga manusia, tetapi akan sangat mengganggu sekali bagi telinga tikus. Base Frequency lalu dimodulir dengan sinyal 50 Hz yang didapat dari frekuensi tegangan jala-jala PLN melalui kapasitor C4 (untuk menghindari tikus menjadi kebal terhadap alat ini) sehingga akan dihasilkan ayunan frekuensi antara 20 - 40 KHz secara periodik.


Berikut ini gambar rangkaian Pengusir Tikus :




Berikut ini daftar komponen elektronika yang dibutuhkan untuk membuat rangkaian pengusir tikus :

  • R1 .............. 1K
  • R2 ............. 15K
  • R3 ............. 15K
  • C1 ............. 1nF
  • C2 ............. 1uF/16V
  • C3 ............. 10nF
  • C4 ............. 220nF
  • C5 ............. 1000uF/16V
  • D1 - D4 ...... 1N 4001
  • IC ............. 555
  • Trafo ...... 6V/200mA
  • Sp ...... speaker tweeter bentuk corong

Setelah selesai merakit, cek sekali lagi dan pastikan semua komponen dan sambungan elektroniknya terpasang dengan benar. Untuk memeriksa hasil keluaran rangkaian ini, bisa dengan mengganti kapasitor C1 dengan nilai yang lebih besar misalnya 10nF, maka suara yang dihasilkan akan masuk pada daerah ambang pendengaran manusia, setelah itu kembalikan lagi kapasitor seperti semula yaitu 1nF. Jika telah selesai semua, rangkaian bisa ditaruh pada sebuah box menarik dengan daya kreatifitas Anda.

Pengusir tikus elektronik ini efektif untuk ruangan seluas maksimal 200 m2 asal penempatannya tepat, misalnya di pojok atas ruangan agar frekuensi noise-nya bisa menyebar ke seluruh ruangan tanpa halangan. Nyalakan secara terus menerus untuk menjaga agar tikus tidak datang lagi, tidak usah khawatir dengan konsumsi listriknya karena daya listrik yang dibutuhkan cukup rendah, lebih kecil dari lampu bohlam 5 watt/220 volt.

Rangkaian Sirine

Rangkaian berikut merupakan rangkaian elektronika yang dapat mengeluarkan suara seperti sirine. Sebuah rangkaian elektronika sederhana yang cocok bagi Anda yang ingin belajar Elektronika.

Berikut gambar rangkaian Sirine sederhana :





Berikut ini daftar komponen yang dibutuhkan untuk membuat rangkaian Sirine sederhana :

  • R1 ........................................ 33 K
  • R2 ..................................... 330 K
  • R3 ..................................... 330 K
  • C1 .................................. 47 K uF
  • C2 ........................ 100 uF / 10 V
  • D ................................... 1N4002
  • Tr1 ............................... CS 9014
  • Tr2 ............................... CS 9012
  • Speaker .................... 2" / 8 ohm

Setelah selesai merakit rangkaian tersebut, cek sekali lagi apakah pemasangan kaki-kaki komponen tidak ada yang salah. Jika semuanya sudah benar, hubungkan dengan catu daya 3 volt sampi 6 volt DC, sebaiknya jangan melebihi 6 volt. Jika melebihi 6 volt, suara yang dihasilkan akan lebih keras, tetapi Tr2 akan lebih cepat panas dan lebih cepat rusak. Lentingan suara dapat diatur dengan mengubah besar kecilnya hambatan pada VR. Jika ingin mengubah frekuensi nada, dapat dilakukan dengan mengubah nilai C1. Semakin besar nilai C1, semakin rendah nada yang dihasilkan

Rangkaian Kedap-Kedip (Flip Flop)

Kedua Transistor pada rangkaian menghantar dan menyumbat secara bergantian sehingga lampu LED D1 dan D2 akan menyala dan padam secara bergantian. Kecepatan pergantian nyala-padam kedua LED tersebut ditentukan oleh besarnya Kapasitor C1 dan C2 . Makin besar nilai kapasitor tersebut akan makin lambat frekuensi pergantian nyala-padam kedua lampu LED. Dengan nilai C1 = C2 maka D1 dan D2 akan nyala-padam dengan frekuensi yang sama.

Rangkaian ini tergolong sederhana sehingga cocok digunakan sebagai latihan untuk belajar elektronika. Untuk lebih jelasnya silahkan lihat langsung gambar berikut :



Berikut ini adalah daftar komponen yang diperlukan untuk rangkaian flip-flop ini :

R1, R2..............................................56 K Ω
C1, C2 ...................................100 μF/10 V
D1, D1′, D2, D2′ .................................LED
Tr1, Tr2 ....................................FCS 9014

Jika semua komponen telah selesai dirakit, jangan lupa untuk memeriksa sekali lagi apakah semua komponen sudah terpasang dengan benar sebelum menghubungkannya ke catu daya. Periksa kaki transistor apakah basis, emitor, dan kolektornya sudah tepat. Begitu juga LED dan polaritas kapasitornya jangan sampai terbalik. Setelah yakin semuanya sudah benar, bisa dicoba dihubungkan dengan catu daya atau battery. Silahkan bereksperimen dengan mengubah nilai C1 dan C2 untuk mendapatkan kecepatan nyala-padam yang diinginkan sesuai selera.

Index

 
jika ingin menyalin sebagian atau keseluruhan isi halaman ini, mohon cantumkan sumber alamat tautan ini